Jumat, 22 Juli 2011

BACAAN SURAH/ AYAT DALAM SHOLAT


BACAAN SURAH/ AYAT DALAM SHOLAT

Setelah selesai membaca Al-Fatihah dalam shalat, disyari'atkan membaca surah lain atau ayat-ayat Al-Qur'an. Terkadang Nabi saw. membaca surah yang panjang dan terkadang membaca surah yang pendek atau beliau membaca ayat dari ayat-ayat Al-Qur'an.
1. Membaca surah secara lengkap sampai akhir.
a. Raka'at pertama lebih panjang dari raka'at kedua
عَنْ أَبىْ قَتَادَةَ قَالَ : كَانَ النَّبيّ ص م يَقْرَأُ في الرَّكْعَتَيْن الأُلَيَيْن منَ الصَّلَاة الظُّهْر بفَاتحَة الكتَاب وَ سُوْرَتَيْن يُطَوّلُ في الأوْلَى وَ يُقَصّرُ في الثَانيَة وَ يُسْمعُ الأيَةَ أحْيَنًا وَكَانَ يُطَوّلُ في الرَكْعَة الأُوْلَى منْ صَلاَة الضُبْح وَيُقَصّرُ في الثَّانيَة ( رَوَاهُ البُخَارىُّ وَ مُسْلمٌ )Dari Abu Qatadah, ia berkata : Nabi saw. pernah membaca pada dua raka'at pertama (raka'at pertama dan kedua) di shalat Dzuhur dengan al-Fatihah (tiap raka'at) dan dua surah, beliau memanjangkan pada raka'at pertama dan memendekkan pada raka'at kedua, dan beliau terkadang memperdengarkan (bacaan) ayat kepada kami. Dan beliau membaca di shalat 'Asar dengan al-Fatihah (tiap raka'at) dan dua surah. Beliau memanjangkan (bacaan) pada raka'at pertama dari shalat Subuh dan memendekkan (bacaan) pada raka'at kedua.” (H.R. Bukhari dan Muslim )                  
b. Raka'at pertama dan kedua membaca surah yang sama.

عَنْ مُعَاذبْن عَبْد الله عَنْ رَجُل منْ جُهَيْنَةَ أَنَّهُ سَمعَ النَّبيَّ ص م يَقْرَأُ في الصُّبْح ( إذَا زُلْزلَت الأرْضُ ) في الرَّكْعَتَيْن كلْتَيْهمَا قَال : فَلاَ أَدْرى أَنَسيَ رَسُوْلُ الله ص م أَمْ قَرَأَ ذَلكَ عَمْدًا ( رَوَاهُ أَبُوْ دَاوُدَ )
Dari Mu'adz bin Abdullah dari seorang laki-laki dari Juhainah bahwa dia mendengar Nabi saw. membaca di shalat Subuh (Idza Zulzilatil ardlu) pada kedua raka'at (raka'at pertama dan kedua). Dia berkata : Aku tidak tahu, apakah Rasulullah saw. lupa atau sengaja. (H.R. Abu Dawud)
2. Membaca satu ayat dari ayat-ayat Al-Qure'an.
Raka'at pertama membaca satu ayat dan raka'at kedua juga membaca satu ayat, tetapi ayat di raka'at pertama lebih panjang dari raka'at kedua.
عَنْ ابْن عَبَّاس قَالَ : إنَّ رَسُوْلَ الله ص م كَانَ يَقْرَأُ في رَكْعَتَي الفَجْر في الأُلَى منْهُمَا (قُوْلُوْ آمَنَّا بالله وَمَا أُنْزلَ إلَيْنَا) وَ في الْأَخيْرَة منْهُمَا (آمَنَّا بالله وَ اشْهَدْ بانَّا مُسْلمُوْنَ) (رَوَاهُ مُسْلمٌ)
Dari Ibnu Abbas, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah saw. membaca di dua raka'at pertama (qulu amanna billahi wa ma unzila ilaina) dan pada raka'at yang akhir dari dua raka'at tersebut (amanna billahi wasy had bi anna muslimun). (H.R. Muslimin)
Catatan :
1. Raka'at pertama, yaitu firman Allah swt :
قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَمَا وَعِيسَى أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ (البقرة :136)
" Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan Kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".
2. Raka'at kedua, yaitu firman Allah swt. :
فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَى مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ آمَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ (العمران :52)
Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa Sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang berserah diri.”
Masalah :
Dalam salah satu hadits diriwayatkan :
عَنْ سَمُرَةَ بْن جُنْدَب قَالَ : إنَّ النَّبيَّ ص م كَانَ يَقْرَإُ في العيْدَيْن ( سَبّح اسْمَ رَبّكَ الأَعْلَى ) وَ (هَلْ أَتَاكَ حَديْثُ الغَاشيَة ) (رَوَاهُ أَحْمَدُ وَإبْنُ أَبى شَيْبَةَ وَالبَيْهَقيُّ وَالطَّبْرَانيُّ)
Dari Samurah bin Jundab, ia berkata : Sesungguhnya Nabi saw. pernah membaca pada shalat dua Hari Raya (Idul Fitri dan Idul Adlha) : (Sabbihisma rabbikal a'la) dan (Hal ataka haditsul ghasiyah).” (H.R. Ahmad, Ibnu Abi Syaibah, Baihaqi dan Tabrani)
Al-A'la jumlah ayatnya :19 ayat dan Al-Ghasyiyah jumlahb ayatnya : 26 ayat
Penjelasan :
Apabila kita perhatikan hadits tersebut, antara bacaan dua surah itu dihubungkan dengan huruf 'athab(kata penghubung) wawu. Dalam bahasa Arab, satu kata atau kalimat yang dihubungkan dengan huruf 'athab wawu itu ada tiga kemungkinan :
1.      Sesuatu yang disebut terdahulu, memang terdahulu.
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوُحًا وَ إبْرَاهيْمَ (الحديد :26)
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh dan Ibrahim.” (Al-Hadid :26)
2.      Sesuatu yang disebutkan itu terjadi secara bersamaan; sama.
فَأَنْجَيْنَا وَ أَصْحَابَ السَّفيْنَة
Maka Kami selamatkan dia (Nuh as.) dan penumpang-penumpang perahu itu.” (Al-'Ankabut:15)
3.      Sesuatu yang disebut belakangan justru lebih dulu.
وَكَذَا لكَ يُوْحى إلَيْكَ وَ إلَى اللَّذيْنَ منْ قَبْلكَ (الشورى : 2)
Dan demikianlah, Dia (Allah swt.) mewahyukan kepada kamu dan kepada orang-orang sebelum kamu.” (Asy-Syuura : 2)
الَّذى خَلَقَ الْمَوْتَ وَ الْحَيَاةَ (الملك : 2)
Dia yang menjadikan mati dan hidup.” (Al-Mulk :2)
أَبَى وَ اسْتَكْبَرَ وَ كَانَ منَ الْكَافريْنَ
Dia (Iblis) menolak dan sombong, dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir.” (Al-Baqarah:34)

KESIMPULAN
Dengan demikian, mengingat Rasulullah saw. memberi tuntunan pada raka'at pertama bacaannya lebih panjang dari raka'at kedua atau sama antara kedua raka'at itu., maka membaca surah Al-Ghasyiyah pada raka'at pertama dan surah Al-A'la pada raka'at kedua lebih sesuai dengan tuntunan baliau saw.

Wallahua'lam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar